Powered By Blogger

Selasa, 08 April 2014

The Way to Teluk Kiluan (Lampung Selatan)

Akhirnya setelah sekian lama aku sudah enggak
melanjutkan hobi, sekarang aku mulai lagi hobi
kece ini hehe.
Seperti yang kalian tau, aku adalah seorang
distancer, masih setia dengan LDR ini sampai
sekarang. Emm, it’s okay aku masih menikmati jarak
ini.

‘My jetlag love’ ya sering sekali aku mengucapkan
kata seperti itu walaupun sebenarnya enggak
separah itu. Aku sering menghabiskan waktu
untuk ber-backpacker ria dengannya. Kita memiliki
banyak rencana untuk menjelajahi berbagai benua
di dunia ini. Dimulai dari langkah kecil, dimulai dari
negara tercinta ini Indonesia.

Aku ingin bercerita pengalamanku ber-backpacker
ria ke Teluk Kiluan kemarin. Kiluan ada di bagian
Selatan Lampung, Sumatra paling Selatan.
Aku ambil meeting point dari Bekasi. Yah, dia dari
Semarang menuju Bekasi tempatku berasal
menggunakan kereta ekonomi Tawang Jaya yang
menghabiskan waktu selama 8 jam dan biaya
Rp 45.000 yang berangkat dari stasiun Poncol
pukul 19.00 WIB. Aku menjemputnya di stasiun
Bekasi sekitar pukul 03.00 dini hari waktu
Indonesia bagian barat. Aku melihatnya turun dari
kereta dengan senyum yang sangat manis, senyum
yang sudah berbulan bulan tidak aku lihat. Dia
masih manis seperti dulu, senyumnya enggak
pernah berubah.

Aku menghampirinya dan membawakan carrier
bag-nya lalu berjalan menuju pintu keluar. Seperti
biasa, dia seketika bercerita panjang lebar menceritakan semua pengalamannya. Ya, sifatnya
yang cerewet ini yang sudah lama aku enggak
mendengarkannya, yang selalu aku rindukan.
Hingga akhirnya kita tiba di kosku nan indah haha,
dia meminum segelas air dan langsung masuk
kamar membaringkan tubuhnya di tempat tidur, ya
itulah kebiasaannya sebelum tidur. Dia tertidur
nyenyak dan aku hanya memandangi wajah
lugunya yang manis sembari mengecup keningnya
dan membaringkan tubuhku untuk beristirahat
sejenak di ruang depan.

Kita bersiap-siap untuk berangkat, membawa
peralatan yang perlu untuk dibawa. Kita berangkat
menuju terminal Bekasi sekitar pukul 16.00 WIB
menggunakan bus jurusan Cikarang-Bekasi.
Setibanya di terminal Bekasi kita oper bus dengan
jurusan Bekasi-Merak dengan tarif Rp 26.000 per
orang. Kita tiba di pelabuhan Merak sekitar pukul
22.00 WIB. Yah, bukan rahasia lagi sih kalo
melewati Jakarta enggak akan lolos dari yang
namanya macet. Kita makan malam di pelabuhan
dan setelah itu menuju ke tiketing untuk
memasuki dermaga. Aku kira akan mahal untuk
menyeberangi Selat Sunda, tapi ternyata hanya
memerlukan ongkos Rp 13.000 per orang. Kita
masuk ke Dermaga 3, menaiki kapal feri lalu
mencari tempat and then aku tertidur pulas.
Kita merapat di Bakauheni sekitar pukul 01.00 dini
hari, dan mencari travel ke arah Bandar Lampung
dengan biaya Rp.40.000 per orang. Aku punya saran,
terkadang ada travel yang langsung menuju kearah
Teluk Kiluan tapi sangat jarang jika merapat di
Bakauheni terlalu pagi seperti ini.

Dari Bandar Lampung tepatnya daerah yang
disebut ‘Gudang Garam’, kita memiliki 2 pilihan
karena terlalu pagi. Emm, sekitar pukul 03.00 dinihari
kita tiba di Gudang Garam sehingga travel yang
menuju Teluk Kiluan belum ada karena mereka
beroperasi sekitar pukul 12.00 siang. Dua pilihan itu
adalah kita menghubungi jasa travel yang seharga
Rp 900.000 per mobil atau kita menggunakan ojek
seharga Rp 200.000 per orang sekali jalan itupun
tergantung kita menawarnya. Karena kita hanya
berdua jadi kita memutuskan untuk naik ojek.
Akses menuju ke Teluk Kiluan tidak seperti yang
kita bayangkan akan semudah menggunakan
kendaraan, karena ternyata jalan yang naik turun bukit
ini super duper jelek karena berbatu.
Serasa mendaki sebuah gunung dan menurutku ini
lebih melelahkan karena kita melewati jalan yang
menyebalkan ditambah kita sering mendaki
menggunakan kaki karena motor si abang ojek tidak
seprima pengemudinya. Tapi semua rasa lelah
setelah perjalanan jauh serasa hilang di saat kita
tiba di gapura bertuliskan ‘Selamat Datang di Teluk
Kiluan’ dengan latar belakang yang super indah
pula. Menuruni gapura menuju ke lokasi dan
bersantai sejenak. Lalu kita pun menyewa jakung
seharga Rp 250.000 per jakung yang bisa diisi 3-4
orang untuk berlayar menuju ke habitat lumba-
lumba, ikon dari Teluk Kiluan yang terkenal.
Hunting foto dengan lumba-lumba sungguh
mengesankan, suasana yang sangat indah dan
benar-benar indah dengan kondisi pantai yang
sungguh masih alami. Setelah kita menikmati
indahnya anugerah dan ciptaan Sang Maha Kuasa
kita menepi dengan perasaan puas hati. Kita
bermalam di situ dengan harga villa Rp 250.000 per
malam. Keesokan harinya kita ke laguna dengan
pemandangan yang enggak kalah indahnya, dengan
batu karang alami yang mendukung kita bersantai
disana, ber-snorkling ria dan berfoto-foto.
Kita keluar dari pantai sekitar pukul 09.00 menuju
Bandar Lampung via travel seharga Rp 60.000 per
orang, dan oper travel dari Bandar Lampung
menuju ke Bakauheni dengan harga Rp 40.000 per
orang kemudian berlabuh ke pelabuhan Merak.
Sesampainya di Merak kita langsung menuju ke
kota Patriot, Bekasi. Segala sesuatu yang ada di
Kiluan membuatku tersadar jika ciptaan Tuhan
memang harus kita lestarikan, bukan hanya
menikmatinya tapi juga menjaganya. Aku bersyukur
dan berdoa alam ini sungguh indah Tuhan, bantu
kami melestarikannya.
Aku share Contact Person agen perjalanan ke
Teluk Kiluan untuk yang memiliki waktu singkat
agar tidak terlampau lelah.
CP AGEN TELUK KILUAN : 0813.183.808.05