Jumat, 31 Mei 2013
Penggalauan
29 Mei 2013 Pukul 22:03 WIB terasa benar-benar menjadi malam yang sunyi, ku terbangun dari mimpi burukku dan bangun dengan badan penuh peluh. Ya aku mengalami mimpi yang begitu buruk, dan itu terasa begitu nyata, kehilanganmu, kehilangan pekerjaanku itu menjadi teror yang sangat mengganggu tidurku yang lelap tadi. Diawali dengan doa dan diakhiri dengan doa, semoga ini hanya sebuah ilusiku di dunia tidur.
Aku beranjak dari ranjangku, mengambil segelas air putih. Disaat sesaat sebelum meminumnya aku merasa begitu sepi, benar aku teringat tentang kamu, sedang apa kamu disana ? rindukah juga kamu padaku ? disini aku benar-benar merindukanmu, ya sangat merindukanmu.
Sigit teman serumahku ternyata tidak ada dirumah. Malam ini akan menjadi sangat sepi tanpa teman mengobrol. Teman-temanku yang juga berjuang di kota orang sudah mulai nyaman dengan kehidupannya yang sekarang, mereka melepaskan ‘LDR’nya untuk orang baru yang lebih bisa selalu didekatnya. Ioni sudah nyaman dengan sesosok wanita yang dia sayang di jawa bagian timur yang terkenal dengan buat apelnya, Sigit sudah menemukan jodoh ‘baru’nya di ibu kota, dan aku ? aku masih nyaman dengan jarak ini, masih berjuang dengan cintaku kepadanya. Akankah kamu melakukan hal sama denganku ? aku percaya kamu juga menjaganya seperti aku.
Sigit pulang dengan diiringi tangisan dari langit, hm begitulah begitu Sigit datang hujan pun turun dengan lebatnya. Kata orang hujan itu identik dengan kegalauan para remaja di jejaring sosial. Begitu hujan Twitter pun selalu dipenuhi dengan orang yang sedang bersedih dengan cintanya. Benar saja, untuk sebagian orang hujan itu begitu penuh dengan ‘kenangan’ tapi menurutku sih simple aja. Sebagian orang selalu mengeluhkan jarak ini, sebagian selalu membenci jarak ini, bagiku Long Distance ini begitu menarik ketika kalian saling berbicara di telfon, saling bercanda di telfon tapi jika keduanya sudah mulai diam untuk beberapa menit disitulah kalian akan merasa rindu yang benar-benar rindu. Tidak untuk melebih-lebihkan terkadang aku juga merasakan hal sama, tapi untuk mengeluh pada jarak, aku pikir tidak.
Malam ini aku hanya ditemani secangkir kopi putih dan sederet pesan singkat darimu. Teman serumahku terkapar saking capeknya. Kadang aku mulai membayangkan 4 tahun kedepan, setelah kelulusanku akankah kita masih bersama ? aku selalu mencoba untuk berpikir positif tapi sugesti jelek selalu bermunculan, aku percaya kamu, bukan maksutku untuk tidak mempercayai, hanya saja aku terlalu takut untuk kehilanganmu, kehilangan rasa sayangmu, kehilangan sesosok wanita yang benar-benar aku sayang.
Senin, 20 Mei 2013
Hari Kebangkitan Nasional = Hari Budi Utomo
18 Mei 2013
Weekend ya ini malem minggu, aku memang libur kerja hari ini tapi aku ada jadwal kuliah dari jam 8 pagi sampe jam setengah 6 sore. Yah beginilah perkuliahan kelas karyawan jadwal belajarku hanya hari sabtu. Aku kuliah di universitas swasta di daerah Jakarta Timur, Universitas Krisnadwipayana. Aku mulai berangkat jam 7 pagi, aku berangkat dengan sedikit diberikan moodboster oleh sang ibu, selama perjalanan aku dan dia selalu bercakap-cakap via hello phone, yah aku merindukan sosoknya sekarang ini.
Mata kuliahku dimulai pukul 8 pagi dan seperti biasa aku selalu telat dan menyusup masuk untuk kemudian tanda tangan daftar kehadiran. Setelah melewati olah raga otak akhirnya jam pulang yang harusnya pukul 3 sore menjadi jam 1 siang karna salah seorang dosen absen hadir. Aku langsung menuju tempat parkir untuk segera pulang karna rasa kantuk sudah mengganggu.
Diperjalanan seperti biasa MACET ! karna enggak sabar akhirnya aku memutuskan untuk banting setir kekanan memasukkan motorku ke parkiran sebuah mall di Bekasi, aku mencari tempat makan dan junk food selalu jadi idola para kawula muda, maaf lebay yah. Aku makan sembari untuk menunggu waktu ibadah
Waktu menunjukan pukul 4 sore saatnya waktu untuk Tuhan, aku menuju tempat ibadah yang dimulai jam setengah 6 sore dan selesai pukul 7 sore. Mungkin aku bukan orang yang religius tapi aku bersyukur dengan apa yang diberikan Tuhan untukku. Memberikan suatu kesempatan untuk merasakan indahnya pertemuan dan pedihnya perpisahan. Thanks Lord.
20 Mei 2013
Senin pagi nih, selamat hari Kebangkitan Nasional, dan yang paling istimewa di hari ini SELAMAT ULANG TAHUN MY BEST MAN IN MY LIFE ! yes papaku ulang tahun hari ini, pagi-pagi buta aku sudah menelponnya untuk mengucapkan selamat dan sukses untuk pertambahan umurnya yang semoga menjadi lebih baik dari masa sebelumnya.
Dalam percakapanku di telepon dengannya dia mengatakan “mana hadiah buat papa nih, apa sepatu yang kemarin kamu beliin buat papa ?” belum sempat aku membalasnya dia menimpali lagi “enggak papa enggak mengharapkan sebuah kado kok yang penting tunjukin ke papa kamu memang anak papa yang pantes dibanggain” aku hanya bisa membalas sepatah kalimatnya yang dalem “siap pah, meskipun Zella (panggilanku dirumah) bukan orang yang pinter bukan orang yang selalu bisa ngebahagian orang tua bukan juga orang yang terlalu rajin tapi papa harus tau, Zella selalu berusaha buat itu pah, selalu ! Zella bakal tunjukin ke papa nantinya,pasti”
Setelah percakapan antar pria dengan sang ayah yang sudah seperti teman aku merasa sangat merindukannya yang dulu belum pernah aku rasakan selama aku masi di Semarang. Inilah keadilan Tuhan menurutku. Jangan pernah kamu mempermasalahkan jarak. Jarakmu dengan pasangan, jarak dengan orang tua, jarakmu dengan sahabatmu, bersyukurlah enggak semua orang bisa merasakan pengalaman ini, enggak semua orang bisa merasakan begitu indahnya Long Distance ini. Loving you Dad, F.X Budi Utomo, SH.


Jumat, 17 Mei 2013
Long Distance is Killing Me
16 Mei 2013 Hey long time no see, sudah lama aku gak mulai nulis lagi, mungkin juga karna enggak adanya dukungan dari teman dan keluarga yang katanya hobiku ini ‘kurang menghasilkan’ tapi mungkin juga karna aku terlalu males dengan kesibukanku sekarang ini. Oiya aku sekarang berdomisili di Bekasi yah di jawa bagian barat, 12 jam dari tempatku berasal kota Semarang.
Seperti yang mungkin kalian tau jarak tempuh kotaku sekarang dengan tanah kelahiranku menimbulkan jarak yang jauh menurutku, ya jauh kalo kamu meninggalkan orang yang disayang di ‘tanahmu’. LDR, Long Distance Relionship yang aku alami ini gak seperti updatean twit mereka yang selalu sakit hati ngeliat orang pacaran lewat, yang ngerasa gregetan ngeliat pasangan lagi boncengan mesra naik motor. LDR yang aku alami simple aja kok yang penting buka mata hati dan telinga, percaya aja dia, yah dia siapa lagi kalo bukan kekasihmu sendiri.
LDR membuatku menjadi rajin untuk melihat semua kalender yang berwarna merah, momen berharga itu sangat penting buatku, benar benar penting untukku dan dia.
9 mei 2013 aku pulang ke Semarang untuk dia, tanggal yang sangat penting untukku, tanggal dimana kita merayakan anniversary yang ke 3. Kota Jogjakarta ! kata yang pertama terucap dari lidahku untuk merayakan ke-3 kita.
Kepulanganku hanya 3 hari pula, 12 jam sekali jalan membuatku hanya 2 hari di Semarang. Menyebalkan kan ? mungkin kalian juga berikir kalo ini agak sedikit lebay hehe. Momen seperti itu menjadi sangat berharga buat aku, tiap menitnya pun aku berharap itu sama dia dan keluarga. 2 hari yang aku punya aku gunakan untuk berlibur ke kota istimewa daerah selatan pulau jawa, berlibur ke berbagai pantai selatan, melalui momen yang bener bener langka berdua, melihatmu tidur dikala itu membuatku sangat merindukanmu.
Desi Putri Indrasuryani, memang baru sedikit kisah kita tapi itu begitu berharga buatku. Jarak ini membuatku mengerti begitu berharganya arti pertemuan dan begitu menyakitkan meninggalkanmu disana.
Jujur semakin kesini semakin sayang, aku yakin kok kamu masa depan itu, ya itu kamu 17 Mei 2013 Hari ini diwarnai dengan hujan diawal dan akhir hari, seperti yang kalian liat di surat kabar atau media siar, ibu kota negara kita selalu banjir. Sebenernya yang kaliat liat di berita itu terlalu berlebihan dan sedikir rasist, Bekasi juga kota banjir cuy tapi enggak juga dapet penanganan khusus sampai sekarang ini, ya sampai tahun ini.
Hari ini aku bekerja seperti biasa, oiya sekarang aku sudah mulai bekerja sebagai Mechanic Maintenance di sebuat perusahaan swasta recycle kertas terbesar di Indonesia, tapi secara personal aku sudah mulai menemui titik jenuh jujur aja, hobi dan pekerjaanku sekarang sungguh melenceng jauh tapi life must go on bukan ? hehe enjoy aja sih sebenernya toh ini juga pesan dari sang oma, dia menginginkan salah satu cucunya menjadi orang teknik, dan bangganya diriku karna hanya aku yang meneruskan pesannya.
Aku dapat kabar tadi pagi kalo salah seorang sahabat ibu dirumah udah ‘tenang’. Dia orang yang baik, selalu menemani ibu yang seorang ibu rumah tangga dan sekarang udah gak ada. Aku mulai berfikir kapan tibanya masa ku kehilangan orang yang aku sayang ? bukan berfikir jelek tapi manusia pasti meninggal kan ? iya kan ? Orang-orang sering bertanya padaku “kenapa kamu sering pulang ke Semarang ? enggak sayang sama waktu dan uangmu ? enggak mungkin juga kan kamu disana enggak beli sesuatu atau tidak main ke tempat yang mengeluarkan uang ?” pertanyaan seperti itu sering banget aku dengar, tapi ya simple aja sih aku Cuma ngejawab “mumpung orang tua masih hidup” aku selau teringat saat aku dan keluargaku kehilangan seorang ibu dari bapakku, disaat itu penuh haru bahkan bapakku sampai menangis tersedu sambil memeluk tubuh ibunya yang sudah tidur untuk selamanya, baru kali itu aku melihat wajah bapakku yang sangar dengan kumis tebalnya menangis yang benar-benar ‘menangis’. Dan kapan tiba masaku ? aku tak ingin mengingat sesuatu yang duka dan tak ingin pula membayangkan kehilangan seseorang dimasa yang akan datang biar Tuhan yang menentukan ‘daftar’nya.
Semarang juga hujan hari ini, seakan aku merasa kalo Bekasi-Semarang dan 12 jam perjalanan itu terasa dekat. Hari ini pula aku sangat merindukannya juga keluargaku. Dia lagi apa, sudahkah dia makan, masihkah dia mencintaiku itu pertanyaan yang sering mengganggu dalam hubungan jarak jauh ini. Aku sangat takut kehilangannya, takut untuk kehilangan senyumnya yang lucu, wajah betenya yang imut, tubuh mungilnya yang ngegemesin hehe. Memang benar kata orang seorang pria lebih mengutamakan logikanya ketimbang wanita yang cenderung menggunakan hatinya, tapi jika seorang pria sudah mulai menggunakan hatinya ? dilogika juga bisa kan gimana jadinya ?
Pukul 16:28 WIB salah seorang temanku yang tinggal satu atap denganku datang dengan terengah-engah, dia ada jadwal pulang ke semarang hari ini dan yang kalian tahu jadwal bis yang dia pesan itu berangkat pukul 4 sore !. Dia datang sambil bicara agak menjerit “ayo ho ! anter aku ke terminal” aku memang dipanggil ‘maho’ oleh teman sebayaku, tapi aku enggak benar-benar homo asal kalian tahu, “lu gila sih udah tau pulang kerja jam 4 kenapa pesen tiket bis yang jam 4?” kataku yang enggak terlalu ngerti jalan pikirannya. Aku ambil kunci motor dan langsung melaju ke terminal yang eperti kalian tahu jalan di jabodetabek sudah pasti MACET. Jarak tempuh yang mungkin hanya beberapa menit bisa menjadi beberapa jam. Setelah berjuang melawan pengendara lain yang juga stres akhirnya tiba di terminal, begitu si sigit naik bis, bis langsung melaju ke kota kelahirannya yang juga tempat asalku. Bawa cerita dari sini untuk orang di sana git ! gimana tentang kita disini, tentang kerinduan ini, tentang kesepian ini. Oke tutup laptop untuk hari ini....
Langganan:
Komentar (Atom)
