Jumat, 17 Mei 2013
Long Distance is Killing Me
16 Mei 2013 Hey long time no see, sudah lama aku gak mulai nulis lagi, mungkin juga karna enggak adanya dukungan dari teman dan keluarga yang katanya hobiku ini ‘kurang menghasilkan’ tapi mungkin juga karna aku terlalu males dengan kesibukanku sekarang ini. Oiya aku sekarang berdomisili di Bekasi yah di jawa bagian barat, 12 jam dari tempatku berasal kota Semarang.
Seperti yang mungkin kalian tau jarak tempuh kotaku sekarang dengan tanah kelahiranku menimbulkan jarak yang jauh menurutku, ya jauh kalo kamu meninggalkan orang yang disayang di ‘tanahmu’. LDR, Long Distance Relionship yang aku alami ini gak seperti updatean twit mereka yang selalu sakit hati ngeliat orang pacaran lewat, yang ngerasa gregetan ngeliat pasangan lagi boncengan mesra naik motor. LDR yang aku alami simple aja kok yang penting buka mata hati dan telinga, percaya aja dia, yah dia siapa lagi kalo bukan kekasihmu sendiri.
LDR membuatku menjadi rajin untuk melihat semua kalender yang berwarna merah, momen berharga itu sangat penting buatku, benar benar penting untukku dan dia.
9 mei 2013 aku pulang ke Semarang untuk dia, tanggal yang sangat penting untukku, tanggal dimana kita merayakan anniversary yang ke 3. Kota Jogjakarta ! kata yang pertama terucap dari lidahku untuk merayakan ke-3 kita.
Kepulanganku hanya 3 hari pula, 12 jam sekali jalan membuatku hanya 2 hari di Semarang. Menyebalkan kan ? mungkin kalian juga berikir kalo ini agak sedikit lebay hehe. Momen seperti itu menjadi sangat berharga buat aku, tiap menitnya pun aku berharap itu sama dia dan keluarga. 2 hari yang aku punya aku gunakan untuk berlibur ke kota istimewa daerah selatan pulau jawa, berlibur ke berbagai pantai selatan, melalui momen yang bener bener langka berdua, melihatmu tidur dikala itu membuatku sangat merindukanmu.
Desi Putri Indrasuryani, memang baru sedikit kisah kita tapi itu begitu berharga buatku. Jarak ini membuatku mengerti begitu berharganya arti pertemuan dan begitu menyakitkan meninggalkanmu disana.
Jujur semakin kesini semakin sayang, aku yakin kok kamu masa depan itu, ya itu kamu 17 Mei 2013 Hari ini diwarnai dengan hujan diawal dan akhir hari, seperti yang kalian liat di surat kabar atau media siar, ibu kota negara kita selalu banjir. Sebenernya yang kaliat liat di berita itu terlalu berlebihan dan sedikir rasist, Bekasi juga kota banjir cuy tapi enggak juga dapet penanganan khusus sampai sekarang ini, ya sampai tahun ini.
Hari ini aku bekerja seperti biasa, oiya sekarang aku sudah mulai bekerja sebagai Mechanic Maintenance di sebuat perusahaan swasta recycle kertas terbesar di Indonesia, tapi secara personal aku sudah mulai menemui titik jenuh jujur aja, hobi dan pekerjaanku sekarang sungguh melenceng jauh tapi life must go on bukan ? hehe enjoy aja sih sebenernya toh ini juga pesan dari sang oma, dia menginginkan salah satu cucunya menjadi orang teknik, dan bangganya diriku karna hanya aku yang meneruskan pesannya.
Aku dapat kabar tadi pagi kalo salah seorang sahabat ibu dirumah udah ‘tenang’. Dia orang yang baik, selalu menemani ibu yang seorang ibu rumah tangga dan sekarang udah gak ada. Aku mulai berfikir kapan tibanya masa ku kehilangan orang yang aku sayang ? bukan berfikir jelek tapi manusia pasti meninggal kan ? iya kan ? Orang-orang sering bertanya padaku “kenapa kamu sering pulang ke Semarang ? enggak sayang sama waktu dan uangmu ? enggak mungkin juga kan kamu disana enggak beli sesuatu atau tidak main ke tempat yang mengeluarkan uang ?” pertanyaan seperti itu sering banget aku dengar, tapi ya simple aja sih aku Cuma ngejawab “mumpung orang tua masih hidup” aku selau teringat saat aku dan keluargaku kehilangan seorang ibu dari bapakku, disaat itu penuh haru bahkan bapakku sampai menangis tersedu sambil memeluk tubuh ibunya yang sudah tidur untuk selamanya, baru kali itu aku melihat wajah bapakku yang sangar dengan kumis tebalnya menangis yang benar-benar ‘menangis’. Dan kapan tiba masaku ? aku tak ingin mengingat sesuatu yang duka dan tak ingin pula membayangkan kehilangan seseorang dimasa yang akan datang biar Tuhan yang menentukan ‘daftar’nya.
Semarang juga hujan hari ini, seakan aku merasa kalo Bekasi-Semarang dan 12 jam perjalanan itu terasa dekat. Hari ini pula aku sangat merindukannya juga keluargaku. Dia lagi apa, sudahkah dia makan, masihkah dia mencintaiku itu pertanyaan yang sering mengganggu dalam hubungan jarak jauh ini. Aku sangat takut kehilangannya, takut untuk kehilangan senyumnya yang lucu, wajah betenya yang imut, tubuh mungilnya yang ngegemesin hehe. Memang benar kata orang seorang pria lebih mengutamakan logikanya ketimbang wanita yang cenderung menggunakan hatinya, tapi jika seorang pria sudah mulai menggunakan hatinya ? dilogika juga bisa kan gimana jadinya ?
Pukul 16:28 WIB salah seorang temanku yang tinggal satu atap denganku datang dengan terengah-engah, dia ada jadwal pulang ke semarang hari ini dan yang kalian tahu jadwal bis yang dia pesan itu berangkat pukul 4 sore !. Dia datang sambil bicara agak menjerit “ayo ho ! anter aku ke terminal” aku memang dipanggil ‘maho’ oleh teman sebayaku, tapi aku enggak benar-benar homo asal kalian tahu, “lu gila sih udah tau pulang kerja jam 4 kenapa pesen tiket bis yang jam 4?” kataku yang enggak terlalu ngerti jalan pikirannya. Aku ambil kunci motor dan langsung melaju ke terminal yang eperti kalian tahu jalan di jabodetabek sudah pasti MACET. Jarak tempuh yang mungkin hanya beberapa menit bisa menjadi beberapa jam. Setelah berjuang melawan pengendara lain yang juga stres akhirnya tiba di terminal, begitu si sigit naik bis, bis langsung melaju ke kota kelahirannya yang juga tempat asalku. Bawa cerita dari sini untuk orang di sana git ! gimana tentang kita disini, tentang kerinduan ini, tentang kesepian ini. Oke tutup laptop untuk hari ini....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

완전대박..
BalasHapuswhat'd you talking bout ?
BalasHapus