Powered By Blogger

Selasa, 02 Juli 2013

Mahasiswa ? atau Karyawan ?

Macet ! oke sudah terlalu bosan aku tiap hari selalu mengalami hal ini, yang harusnya hanya 5 menit perjalanan bisa jadi 30 menit, hah !

Mungkin ini memang resikoku tinggal sementara di kota orang, jauh dari keluarga, jauh dari kamu............Aku punya rencana untuk ke Cyber Park hari ini, komputer jinjingku sudah mulai rewel minta ganti, tapi ya seperti yang kalian tahu gimana kantong orang perantauan yang hidup sendirian dan dibebani biaya kuliah sendiri so Cuma service aja, tapi aku urungkan niat karna sudah terlampau lelah dengan kondisi jalan yang selalu stuck di tempat.

Lewati malam dengan kemacetan, dengan rasa rindu terhadap lelapnya kota kelahiran. Paginya aku bersiap untuk berangkat kuliah di daerah Jakarta Timur, pukul 7 pagi aku sudah memacu motorku menuju kampus. Dan seperti biasa aku selalu terlambat untuk mengikuti jam pertama mata kuliah.

Aku “pak maaf terlambat”

Dosen botak ‘’lagi ?’’

Aku ‘’maaf pak’’

Dosen botak ‘’sini kamu duduk kursi saya aja didepan’’

Aku ‘‘siap pak’’

Dengan sigap aku langsung duduk didepan seperti pengawas ujian dan menjadi sangat bosan karena hanya duduk mendengarkan si dosen botak terus mengoceh menjelaskan tentang angka-angka. Saking bosannya aku mulai usil mengotak atik laptop dosen yang ada di meja dan aku menemukan suatu permainan yang sempat populer di era 1997, solitare ! aku mulai memainkan game kartu tersebut. Dan setelah sang dosen membalikkan pandangannya melihat papan tulis serta aku untuk menuliskan sebuah materi dia sedikit agak kaget

Dosen botak ‘’vester !’’


Aku sedikit kaget ‘’ha ? ya pak?’’

Dosen botak ‘’kamu lagi ngapain ngotak-ngatik laptop saya’’

Aku ‘’em ini pak lagi baca-baca materi yang bapak terangin’’

Dosen botak ‘‘yakin ? coba hapus papan tulisnya sekarang’’

Aku ‘’siap kapten’’

Aku membalikkan badan untuk menghapus tulisan di papan tulis dan ternyata laptop sang dosen disambungkan dengan sebuah proyektor dan terpangpang besar hasil dari proyektor setumpuk kartu dari permainan solitare. Oh gosh ! aku mulai menghapus tulisan di papan tulis dengan wajah berkeringat dingin dan senyum-senyum ketakutan, tiba-tiba hasil sinyal proyektor di papan tulis membuka notepad dan huruf dengan capslock jebol muncul satu persatu, aku baca pelan-pelan “KALO UDAH TAU TERLAMBAT ITU YA BERUSAHA MENGEJAR MATERI, BUKANNYA MALAH MAEN KARTU ! LO MAU JADI BANDAR JUDI ?!”

Aku jadi bener-bener enggak tau harus ngapain, ngomong apa, Cuma keringat dingin yang semakin deras keluar dan bener-bener enggak bisa ngomong apa-apa. Si dosen mengatakan supaya aku duduk paling belakang dan menghadap tembok sampai mata kuliahnya selesai yang tinggal 30 menit lagi.

Dan akhirnya mata kuliahnya selesai dan si dosen berpesan agar tidak telat lagi, menurutku dia dosen tersabar yang mampu menghadapi orang macam ini zz. Mata kuliah berikutnya berjalan seperti biasa normal hingga jam pulang. Setelah olah raga otak aku langsung mengacu kuda besiku kembali ke cibitung, tempat aku tinggal.

Di tengah jalan aku urungkan niat untuk langsung pulang dan membating setir kearah bengkel. Saking lamanya aku ‘mengopname’ kan si ‘streetfighter’ aku mengobrol dengan seorang bapak-bapak asal Karangayar Solo, bapak Marino. Dia bercerita banyak tentang pahitnya perjuangan hidup dari nol sampai dia yang sekarang yang sudah berkecukupan. Dari jamannya dia menjadi buruh bangunan sewaktu SMP, mencari batu untuk nafkah pun juga dia lakukan. Setiap kalimat yang dia keluarkan dari mulutnya bener-bener dalem dihati, aku jadi mengerti hidup ini memang sebenarnya memberikan timbal balik untuk mereka yang mau berusaha keras. Sedangkan aku hanya orang yang selalu mengeluh lelah untuk hidupku yang monoton, selalu merasa iri oleh mereka yang lahir dari keluarga ‘berkecukupan’. Aku mencoba untuk menjadi pribadi yang lebih tegar untuk hidup ini. Memang kadang hidup tidak seperti yang kita inginkan tapi aku yakin Tuhan memberikan yang kita butuhkan.

Setelah membayar hasil service-san motorku aku berpamitan kepada bapak Marino, dia berjasa banyak buat mindsetku. Aku melajukan motorku menuju cibitung untuk beristirahat sejenak, tapi yah seperti biasa MACET, padahal aku ada jadwal makan bersama perusahaan dalam rangka silahturahmi jam 4 sore, dan jam Nikeku (hadiah dari putri hehe) sudah menunjukkan pukul 15.30. enggak sempat beristirahat aku langsung menuju disuatu rumah makan yang telah dibooking oleh perusahaan. Disana saling bersendau gurau dengan teman, saling berbincang pengalaman, makan bersama dan pulang---
Untuk sedikit curhatanku, hari ini ibuku sakit, yah walaupun dia hanya mengeluh pusing tapi aku begitu kuatir, ibuku sudah enggak muda dan fisiknya sudah enggak sekuat dulu. Dari sini, ya disini aku berdoa agar dia selalu sehat, dalam nama Tuhan dia sehat begitu pula semua keluargaku. Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar