Akhirnya setelah sekian lama aku sudah enggak
melanjutkan hobi, sekarang aku mulai lagi hobi
kece ini hehe.
Seperti yang kalian tau, aku adalah seorang
distancer, masih setia dengan LDR ini sampai
sekarang. Emm, it’s okay aku masih menikmati jarak
ini.
‘My jetlag love’ ya sering sekali aku mengucapkan
kata seperti itu walaupun sebenarnya enggak
separah itu. Aku sering menghabiskan waktu
untuk ber-backpacker ria dengannya. Kita memiliki
banyak rencana untuk menjelajahi berbagai benua
di dunia ini. Dimulai dari langkah kecil, dimulai dari
negara tercinta ini Indonesia.
Aku ingin bercerita pengalamanku ber-backpacker
ria ke Teluk Kiluan kemarin. Kiluan ada di bagian
Selatan Lampung, Sumatra paling Selatan.
Aku ambil meeting point dari Bekasi. Yah, dia dari
Semarang menuju Bekasi tempatku berasal
menggunakan kereta ekonomi Tawang Jaya yang
menghabiskan waktu selama 8 jam dan biaya
Rp 45.000 yang berangkat dari stasiun Poncol
pukul 19.00 WIB. Aku menjemputnya di stasiun
Bekasi sekitar pukul 03.00 dini hari waktu
Indonesia bagian barat. Aku melihatnya turun dari
kereta dengan senyum yang sangat manis, senyum
yang sudah berbulan bulan tidak aku lihat. Dia
masih manis seperti dulu, senyumnya enggak
pernah berubah.
Aku menghampirinya dan membawakan carrier
bag-nya lalu berjalan menuju pintu keluar. Seperti
biasa, dia seketika bercerita panjang lebar menceritakan semua pengalamannya. Ya, sifatnya
yang cerewet ini yang sudah lama aku enggak
mendengarkannya, yang selalu aku rindukan.
Hingga akhirnya kita tiba di kosku nan indah haha,
dia meminum segelas air dan langsung masuk
kamar membaringkan tubuhnya di tempat tidur, ya
itulah kebiasaannya sebelum tidur. Dia tertidur
nyenyak dan aku hanya memandangi wajah
lugunya yang manis sembari mengecup keningnya
dan membaringkan tubuhku untuk beristirahat
sejenak di ruang depan.
Kita bersiap-siap untuk berangkat, membawa
peralatan yang perlu untuk dibawa. Kita berangkat
menuju terminal Bekasi sekitar pukul 16.00 WIB
menggunakan bus jurusan Cikarang-Bekasi.
Setibanya di terminal Bekasi kita oper bus dengan
jurusan Bekasi-Merak dengan tarif Rp 26.000 per
orang. Kita tiba di pelabuhan Merak sekitar pukul
22.00 WIB. Yah, bukan rahasia lagi sih kalo
melewati Jakarta enggak akan lolos dari yang
namanya macet. Kita makan malam di pelabuhan
dan setelah itu menuju ke tiketing untuk
memasuki dermaga. Aku kira akan mahal untuk
menyeberangi Selat Sunda, tapi ternyata hanya
memerlukan ongkos Rp 13.000 per orang. Kita
masuk ke Dermaga 3, menaiki kapal feri lalu
mencari tempat and then aku tertidur pulas.
Kita merapat di Bakauheni sekitar pukul 01.00 dini
hari, dan mencari travel ke arah Bandar Lampung
dengan biaya Rp.40.000 per orang. Aku punya saran,
terkadang ada travel yang langsung menuju kearah
Teluk Kiluan tapi sangat jarang jika merapat di
Bakauheni terlalu pagi seperti ini.
Dari Bandar Lampung tepatnya daerah yang
disebut ‘Gudang Garam’, kita memiliki 2 pilihan
karena terlalu pagi. Emm, sekitar pukul 03.00 dinihari
kita tiba di Gudang Garam sehingga travel yang
menuju Teluk Kiluan belum ada karena mereka
beroperasi sekitar pukul 12.00 siang. Dua pilihan itu
adalah kita menghubungi jasa travel yang seharga
Rp 900.000 per mobil atau kita menggunakan ojek
seharga Rp 200.000 per orang sekali jalan itupun
tergantung kita menawarnya. Karena kita hanya
berdua jadi kita memutuskan untuk naik ojek.
Akses menuju ke Teluk Kiluan tidak seperti yang
kita bayangkan akan semudah menggunakan
kendaraan, karena ternyata jalan yang naik turun bukit
ini super duper jelek karena berbatu.
Serasa mendaki sebuah gunung dan menurutku ini
lebih melelahkan karena kita melewati jalan yang
menyebalkan ditambah kita sering mendaki
menggunakan kaki karena motor si abang ojek tidak
seprima pengemudinya. Tapi semua rasa lelah
setelah perjalanan jauh serasa hilang di saat kita
tiba di gapura bertuliskan ‘Selamat Datang di Teluk
Kiluan’ dengan latar belakang yang super indah
pula. Menuruni gapura menuju ke lokasi dan
bersantai sejenak. Lalu kita pun menyewa jakung
seharga Rp 250.000 per jakung yang bisa diisi 3-4
orang untuk berlayar menuju ke habitat lumba-
lumba, ikon dari Teluk Kiluan yang terkenal.
Hunting foto dengan lumba-lumba sungguh
mengesankan, suasana yang sangat indah dan
benar-benar indah dengan kondisi pantai yang
sungguh masih alami. Setelah kita menikmati
indahnya anugerah dan ciptaan Sang Maha Kuasa
kita menepi dengan perasaan puas hati. Kita
bermalam di situ dengan harga villa Rp 250.000 per
malam. Keesokan harinya kita ke laguna dengan
pemandangan yang enggak kalah indahnya, dengan
batu karang alami yang mendukung kita bersantai
disana, ber-snorkling ria dan berfoto-foto.
Kita keluar dari pantai sekitar pukul 09.00 menuju
Bandar Lampung via travel seharga Rp 60.000 per
orang, dan oper travel dari Bandar Lampung
menuju ke Bakauheni dengan harga Rp 40.000 per
orang kemudian berlabuh ke pelabuhan Merak.
Sesampainya di Merak kita langsung menuju ke
kota Patriot, Bekasi. Segala sesuatu yang ada di
Kiluan membuatku tersadar jika ciptaan Tuhan
memang harus kita lestarikan, bukan hanya
menikmatinya tapi juga menjaganya. Aku bersyukur
dan berdoa alam ini sungguh indah Tuhan, bantu
kami melestarikannya.
Aku share Contact Person agen perjalanan ke
Teluk Kiluan untuk yang memiliki waktu singkat
agar tidak terlampau lelah.
CP AGEN TELUK KILUAN : 0813.183.808.05
My new life
My life begin
Selasa, 08 April 2014
Kamis, 26 September 2013
First Time With You
Malam sabtu nih guys, yah ini weekend buat aku dan sedikit waktu rehat untukku karena seminggu sudah bekerja untuk kehidupan dimasa depan.
Seperti hariku dan juga hatiku melawan jarak ini sebagai 'distancer' setiap weekend hanya berboyong boyong membawa komputer jinjingku untuk mencari secangkir teh dan wifi. 8 bulan sudah aku menjalani long distance ini, semua enggak selalu berjalan linier sering terjadi beda pendapat yang terkadang membuatku putus asa.
Mungkin waktu tempuh 10 jam perjalanan memang enggak seberapa dibanding kalian yang antar pulau, tapi setidaknya aku ngerti sedekat apapun jarak jika harus hanya melihat senyummu melalui layar LED 14" itu sungguh menyebalkan.
sejenak aku teringat pertama kali mengenalmu, waktu itu kamu masih mempunyai pendamping yang bukan aku dikala aku mulai tertarik padamu, aku berusaha merayumu lewat jejaring sosial bersimbol huruf 'F' karna dimasa itu jejaring sosial itu sungguh populer. aku mencoba untuk membuatmu merespon setiap leluconku tapi waktu itu aku selalu gagal.
2,5 tahun berlalu dan aku sudah benar - benar tidak berpikiran tentang sosokmu lagi. Aku terus menjalani kehidupanku yang selalu gagal dalam menjalin hubungan. Hingga akhirnya di penghujung tahun 2012 secara tiba tiba kamu muncul di 'mention'ku membalas semua apa yang aku kocehkan di twitter saat itu. Aku sedikit terkejut dan senang, aku terus memberikan leluconku ke kamu yang selalu kamu balas juga dengan lelucon. Jujur aku merasa sangat senang waktu itu dikala aku sedang sendiri dan aku ketahui kamu juga sendiri aku beranikan diri untuk mencari tau tentang dirimu lebih intim, aku beranikan diriku untuk meminta nomor dari handphonemu.
berbulan bulan aku mencoba mendekatimu hanya melalui BBM dan telepon karna posisiku yang sudah berada di kota patriot ini. hingga akhirnya pada tanggal 8 February aku pulang untuk bertemu sosokmu yang lucu itu. 11 jam lamanya waktu tempuh waktu itu hanya aku habiskan dengan membayangkan sosokmu yang dulu aku sering perhatikan, membayangkan apa yang akan kita lakukan berdua waktu bertemu.
hingga akhirnya tanggal 9 february tepat pukul 16:16 waktu indonesia bagian barat aku sudah berada depan rumahmu. aku menekan nomor ponselmu dan meneleponmu memberi tanda agar kamu keluar untuk menemuiku. pintu perlahan terbuka dan aku lihat wajah lucumu yang dullu aku suka masih paten tanpa berubah sedikitpun. kamu menyuruhku masuk ruang tamu, kita duduk saling bertatapan muka dan sama-sama diam. aku tidak tau harus berkata apa karena aku terlalu canggung untuk menjadi akrap seperti di BBM. setiap kata yang aku ucapkan selalu terbata dan kamu hanya membalasnya dengan ketawa kecil sembari menucapkan sebuah kalimat 'kamu masih lucu kayak dulu' ........... aku jadi semakin canggung untuk mengucapkan sebuah kata, aku hanya tertawa dan terus tertawa kecil.
kita saling bertukar cerita hingga aku mulai terbiasa dan terus bercanda. hingga secara tidar sadar aku beranikan mengucap kata 'aku suka kamu' dia terdiam sejenak dan mmembalas kalo dia juga suka aku. aku mengucap kata untuk dia menjadi teman hidupku dan dia mengiyakan dengan senyummu yang malu-malu........
besoknya aku terus menghabiskan waktu bersamamu karna yang aku tau itu hari terakirku di kota kelahiran dan tempatmu tinggal. aku berpesan banyak untukmu untuk menjaga apa yang sudah aku berikan buat kamu dan kamu hanya berkata 'ikuti hatimu, percayakan ini semua ke aku' dengan hati lega aku kembali ke bekasi dengan sedikit hati yang belum rela meeninggalkanmu di sana.
Seperti hariku dan juga hatiku melawan jarak ini sebagai 'distancer' setiap weekend hanya berboyong boyong membawa komputer jinjingku untuk mencari secangkir teh dan wifi. 8 bulan sudah aku menjalani long distance ini, semua enggak selalu berjalan linier sering terjadi beda pendapat yang terkadang membuatku putus asa.
Mungkin waktu tempuh 10 jam perjalanan memang enggak seberapa dibanding kalian yang antar pulau, tapi setidaknya aku ngerti sedekat apapun jarak jika harus hanya melihat senyummu melalui layar LED 14" itu sungguh menyebalkan.
sejenak aku teringat pertama kali mengenalmu, waktu itu kamu masih mempunyai pendamping yang bukan aku dikala aku mulai tertarik padamu, aku berusaha merayumu lewat jejaring sosial bersimbol huruf 'F' karna dimasa itu jejaring sosial itu sungguh populer. aku mencoba untuk membuatmu merespon setiap leluconku tapi waktu itu aku selalu gagal.
2,5 tahun berlalu dan aku sudah benar - benar tidak berpikiran tentang sosokmu lagi. Aku terus menjalani kehidupanku yang selalu gagal dalam menjalin hubungan. Hingga akhirnya di penghujung tahun 2012 secara tiba tiba kamu muncul di 'mention'ku membalas semua apa yang aku kocehkan di twitter saat itu. Aku sedikit terkejut dan senang, aku terus memberikan leluconku ke kamu yang selalu kamu balas juga dengan lelucon. Jujur aku merasa sangat senang waktu itu dikala aku sedang sendiri dan aku ketahui kamu juga sendiri aku beranikan diri untuk mencari tau tentang dirimu lebih intim, aku beranikan diriku untuk meminta nomor dari handphonemu.
berbulan bulan aku mencoba mendekatimu hanya melalui BBM dan telepon karna posisiku yang sudah berada di kota patriot ini. hingga akhirnya pada tanggal 8 February aku pulang untuk bertemu sosokmu yang lucu itu. 11 jam lamanya waktu tempuh waktu itu hanya aku habiskan dengan membayangkan sosokmu yang dulu aku sering perhatikan, membayangkan apa yang akan kita lakukan berdua waktu bertemu.
hingga akhirnya tanggal 9 february tepat pukul 16:16 waktu indonesia bagian barat aku sudah berada depan rumahmu. aku menekan nomor ponselmu dan meneleponmu memberi tanda agar kamu keluar untuk menemuiku. pintu perlahan terbuka dan aku lihat wajah lucumu yang dullu aku suka masih paten tanpa berubah sedikitpun. kamu menyuruhku masuk ruang tamu, kita duduk saling bertatapan muka dan sama-sama diam. aku tidak tau harus berkata apa karena aku terlalu canggung untuk menjadi akrap seperti di BBM. setiap kata yang aku ucapkan selalu terbata dan kamu hanya membalasnya dengan ketawa kecil sembari menucapkan sebuah kalimat 'kamu masih lucu kayak dulu' ........... aku jadi semakin canggung untuk mengucapkan sebuah kata, aku hanya tertawa dan terus tertawa kecil.
kita saling bertukar cerita hingga aku mulai terbiasa dan terus bercanda. hingga secara tidar sadar aku beranikan mengucap kata 'aku suka kamu' dia terdiam sejenak dan mmembalas kalo dia juga suka aku. aku mengucap kata untuk dia menjadi teman hidupku dan dia mengiyakan dengan senyummu yang malu-malu........
besoknya aku terus menghabiskan waktu bersamamu karna yang aku tau itu hari terakirku di kota kelahiran dan tempatmu tinggal. aku berpesan banyak untukmu untuk menjaga apa yang sudah aku berikan buat kamu dan kamu hanya berkata 'ikuti hatimu, percayakan ini semua ke aku' dengan hati lega aku kembali ke bekasi dengan sedikit hati yang belum rela meeninggalkanmu di sana.
Selasa, 02 Juli 2013
Mahasiswa ? atau Karyawan ?
Macet ! oke sudah terlalu bosan aku tiap hari selalu mengalami hal ini, yang harusnya hanya 5 menit perjalanan bisa jadi 30 menit, hah !
Mungkin ini memang resikoku tinggal sementara di kota orang, jauh dari keluarga, jauh dari kamu............Aku punya rencana untuk ke Cyber Park hari ini, komputer jinjingku sudah mulai rewel minta ganti, tapi ya seperti yang kalian tahu gimana kantong orang perantauan yang hidup sendirian dan dibebani biaya kuliah sendiri so Cuma service aja, tapi aku urungkan niat karna sudah terlampau lelah dengan kondisi jalan yang selalu stuck di tempat.
Lewati malam dengan kemacetan, dengan rasa rindu terhadap lelapnya kota kelahiran. Paginya aku bersiap untuk berangkat kuliah di daerah Jakarta Timur, pukul 7 pagi aku sudah memacu motorku menuju kampus. Dan seperti biasa aku selalu terlambat untuk mengikuti jam pertama mata kuliah.
Aku “pak maaf terlambat”
Dosen botak ‘’lagi ?’’
Aku ‘’maaf pak’’
Dosen botak ‘’sini kamu duduk kursi saya aja didepan’’
Aku ‘‘siap pak’’
Dengan sigap aku langsung duduk didepan seperti pengawas ujian dan menjadi sangat bosan karena hanya duduk mendengarkan si dosen botak terus mengoceh menjelaskan tentang angka-angka. Saking bosannya aku mulai usil mengotak atik laptop dosen yang ada di meja dan aku menemukan suatu permainan yang sempat populer di era 1997, solitare ! aku mulai memainkan game kartu tersebut. Dan setelah sang dosen membalikkan pandangannya melihat papan tulis serta aku untuk menuliskan sebuah materi dia sedikit agak kaget
Dosen botak ‘’vester !’’
Aku sedikit kaget ‘’ha ? ya pak?’’
Dosen botak ‘’kamu lagi ngapain ngotak-ngatik laptop saya’’
Aku ‘’em ini pak lagi baca-baca materi yang bapak terangin’’
Dosen botak ‘‘yakin ? coba hapus papan tulisnya sekarang’’
Aku ‘’siap kapten’’
Aku membalikkan badan untuk menghapus tulisan di papan tulis dan ternyata laptop sang dosen disambungkan dengan sebuah proyektor dan terpangpang besar hasil dari proyektor setumpuk kartu dari permainan solitare. Oh gosh ! aku mulai menghapus tulisan di papan tulis dengan wajah berkeringat dingin dan senyum-senyum ketakutan, tiba-tiba hasil sinyal proyektor di papan tulis membuka notepad dan huruf dengan capslock jebol muncul satu persatu, aku baca pelan-pelan “KALO UDAH TAU TERLAMBAT ITU YA BERUSAHA MENGEJAR MATERI, BUKANNYA MALAH MAEN KARTU ! LO MAU JADI BANDAR JUDI ?!”
Aku jadi bener-bener enggak tau harus ngapain, ngomong apa, Cuma keringat dingin yang semakin deras keluar dan bener-bener enggak bisa ngomong apa-apa. Si dosen mengatakan supaya aku duduk paling belakang dan menghadap tembok sampai mata kuliahnya selesai yang tinggal 30 menit lagi.
Dan akhirnya mata kuliahnya selesai dan si dosen berpesan agar tidak telat lagi, menurutku dia dosen tersabar yang mampu menghadapi orang macam ini zz. Mata kuliah berikutnya berjalan seperti biasa normal hingga jam pulang. Setelah olah raga otak aku langsung mengacu kuda besiku kembali ke cibitung, tempat aku tinggal.
Di tengah jalan aku urungkan niat untuk langsung pulang dan membating setir kearah bengkel. Saking lamanya aku ‘mengopname’ kan si ‘streetfighter’ aku mengobrol dengan seorang bapak-bapak asal Karangayar Solo, bapak Marino. Dia bercerita banyak tentang pahitnya perjuangan hidup dari nol sampai dia yang sekarang yang sudah berkecukupan. Dari jamannya dia menjadi buruh bangunan sewaktu SMP, mencari batu untuk nafkah pun juga dia lakukan. Setiap kalimat yang dia keluarkan dari mulutnya bener-bener dalem dihati, aku jadi mengerti hidup ini memang sebenarnya memberikan timbal balik untuk mereka yang mau berusaha keras. Sedangkan aku hanya orang yang selalu mengeluh lelah untuk hidupku yang monoton, selalu merasa iri oleh mereka yang lahir dari keluarga ‘berkecukupan’. Aku mencoba untuk menjadi pribadi yang lebih tegar untuk hidup ini. Memang kadang hidup tidak seperti yang kita inginkan tapi aku yakin Tuhan memberikan yang kita butuhkan.
Setelah membayar hasil service-san motorku aku berpamitan kepada bapak Marino, dia berjasa banyak buat mindsetku. Aku melajukan motorku menuju cibitung untuk beristirahat sejenak, tapi yah seperti biasa MACET, padahal aku ada jadwal makan bersama perusahaan dalam rangka silahturahmi jam 4 sore, dan jam Nikeku (hadiah dari putri hehe) sudah menunjukkan pukul 15.30. enggak sempat beristirahat aku langsung menuju disuatu rumah makan yang telah dibooking oleh perusahaan. Disana saling bersendau gurau dengan teman, saling berbincang pengalaman, makan bersama dan pulang---
Untuk sedikit curhatanku, hari ini ibuku sakit, yah walaupun dia hanya mengeluh pusing tapi aku begitu kuatir, ibuku sudah enggak muda dan fisiknya sudah enggak sekuat dulu. Dari sini, ya disini aku berdoa agar dia selalu sehat, dalam nama Tuhan dia sehat begitu pula semua keluargaku. Amin
Mungkin ini memang resikoku tinggal sementara di kota orang, jauh dari keluarga, jauh dari kamu............Aku punya rencana untuk ke Cyber Park hari ini, komputer jinjingku sudah mulai rewel minta ganti, tapi ya seperti yang kalian tahu gimana kantong orang perantauan yang hidup sendirian dan dibebani biaya kuliah sendiri so Cuma service aja, tapi aku urungkan niat karna sudah terlampau lelah dengan kondisi jalan yang selalu stuck di tempat.
Lewati malam dengan kemacetan, dengan rasa rindu terhadap lelapnya kota kelahiran. Paginya aku bersiap untuk berangkat kuliah di daerah Jakarta Timur, pukul 7 pagi aku sudah memacu motorku menuju kampus. Dan seperti biasa aku selalu terlambat untuk mengikuti jam pertama mata kuliah.
Aku “pak maaf terlambat”
Dosen botak ‘’lagi ?’’
Aku ‘’maaf pak’’
Dosen botak ‘’sini kamu duduk kursi saya aja didepan’’
Aku ‘‘siap pak’’
Dengan sigap aku langsung duduk didepan seperti pengawas ujian dan menjadi sangat bosan karena hanya duduk mendengarkan si dosen botak terus mengoceh menjelaskan tentang angka-angka. Saking bosannya aku mulai usil mengotak atik laptop dosen yang ada di meja dan aku menemukan suatu permainan yang sempat populer di era 1997, solitare ! aku mulai memainkan game kartu tersebut. Dan setelah sang dosen membalikkan pandangannya melihat papan tulis serta aku untuk menuliskan sebuah materi dia sedikit agak kaget
Dosen botak ‘’vester !’’
Aku sedikit kaget ‘’ha ? ya pak?’’
Dosen botak ‘’kamu lagi ngapain ngotak-ngatik laptop saya’’
Aku ‘’em ini pak lagi baca-baca materi yang bapak terangin’’
Dosen botak ‘‘yakin ? coba hapus papan tulisnya sekarang’’
Aku ‘’siap kapten’’
Aku membalikkan badan untuk menghapus tulisan di papan tulis dan ternyata laptop sang dosen disambungkan dengan sebuah proyektor dan terpangpang besar hasil dari proyektor setumpuk kartu dari permainan solitare. Oh gosh ! aku mulai menghapus tulisan di papan tulis dengan wajah berkeringat dingin dan senyum-senyum ketakutan, tiba-tiba hasil sinyal proyektor di papan tulis membuka notepad dan huruf dengan capslock jebol muncul satu persatu, aku baca pelan-pelan “KALO UDAH TAU TERLAMBAT ITU YA BERUSAHA MENGEJAR MATERI, BUKANNYA MALAH MAEN KARTU ! LO MAU JADI BANDAR JUDI ?!”
Aku jadi bener-bener enggak tau harus ngapain, ngomong apa, Cuma keringat dingin yang semakin deras keluar dan bener-bener enggak bisa ngomong apa-apa. Si dosen mengatakan supaya aku duduk paling belakang dan menghadap tembok sampai mata kuliahnya selesai yang tinggal 30 menit lagi.
Dan akhirnya mata kuliahnya selesai dan si dosen berpesan agar tidak telat lagi, menurutku dia dosen tersabar yang mampu menghadapi orang macam ini zz. Mata kuliah berikutnya berjalan seperti biasa normal hingga jam pulang. Setelah olah raga otak aku langsung mengacu kuda besiku kembali ke cibitung, tempat aku tinggal.
Di tengah jalan aku urungkan niat untuk langsung pulang dan membating setir kearah bengkel. Saking lamanya aku ‘mengopname’ kan si ‘streetfighter’ aku mengobrol dengan seorang bapak-bapak asal Karangayar Solo, bapak Marino. Dia bercerita banyak tentang pahitnya perjuangan hidup dari nol sampai dia yang sekarang yang sudah berkecukupan. Dari jamannya dia menjadi buruh bangunan sewaktu SMP, mencari batu untuk nafkah pun juga dia lakukan. Setiap kalimat yang dia keluarkan dari mulutnya bener-bener dalem dihati, aku jadi mengerti hidup ini memang sebenarnya memberikan timbal balik untuk mereka yang mau berusaha keras. Sedangkan aku hanya orang yang selalu mengeluh lelah untuk hidupku yang monoton, selalu merasa iri oleh mereka yang lahir dari keluarga ‘berkecukupan’. Aku mencoba untuk menjadi pribadi yang lebih tegar untuk hidup ini. Memang kadang hidup tidak seperti yang kita inginkan tapi aku yakin Tuhan memberikan yang kita butuhkan.
Setelah membayar hasil service-san motorku aku berpamitan kepada bapak Marino, dia berjasa banyak buat mindsetku. Aku melajukan motorku menuju cibitung untuk beristirahat sejenak, tapi yah seperti biasa MACET, padahal aku ada jadwal makan bersama perusahaan dalam rangka silahturahmi jam 4 sore, dan jam Nikeku (hadiah dari putri hehe) sudah menunjukkan pukul 15.30. enggak sempat beristirahat aku langsung menuju disuatu rumah makan yang telah dibooking oleh perusahaan. Disana saling bersendau gurau dengan teman, saling berbincang pengalaman, makan bersama dan pulang---
Untuk sedikit curhatanku, hari ini ibuku sakit, yah walaupun dia hanya mengeluh pusing tapi aku begitu kuatir, ibuku sudah enggak muda dan fisiknya sudah enggak sekuat dulu. Dari sini, ya disini aku berdoa agar dia selalu sehat, dalam nama Tuhan dia sehat begitu pula semua keluargaku. Amin
Jumat, 31 Mei 2013
Penggalauan
29 Mei 2013 Pukul 22:03 WIB terasa benar-benar menjadi malam yang sunyi, ku terbangun dari mimpi burukku dan bangun dengan badan penuh peluh. Ya aku mengalami mimpi yang begitu buruk, dan itu terasa begitu nyata, kehilanganmu, kehilangan pekerjaanku itu menjadi teror yang sangat mengganggu tidurku yang lelap tadi. Diawali dengan doa dan diakhiri dengan doa, semoga ini hanya sebuah ilusiku di dunia tidur.
Aku beranjak dari ranjangku, mengambil segelas air putih. Disaat sesaat sebelum meminumnya aku merasa begitu sepi, benar aku teringat tentang kamu, sedang apa kamu disana ? rindukah juga kamu padaku ? disini aku benar-benar merindukanmu, ya sangat merindukanmu.
Sigit teman serumahku ternyata tidak ada dirumah. Malam ini akan menjadi sangat sepi tanpa teman mengobrol. Teman-temanku yang juga berjuang di kota orang sudah mulai nyaman dengan kehidupannya yang sekarang, mereka melepaskan ‘LDR’nya untuk orang baru yang lebih bisa selalu didekatnya. Ioni sudah nyaman dengan sesosok wanita yang dia sayang di jawa bagian timur yang terkenal dengan buat apelnya, Sigit sudah menemukan jodoh ‘baru’nya di ibu kota, dan aku ? aku masih nyaman dengan jarak ini, masih berjuang dengan cintaku kepadanya. Akankah kamu melakukan hal sama denganku ? aku percaya kamu juga menjaganya seperti aku.
Sigit pulang dengan diiringi tangisan dari langit, hm begitulah begitu Sigit datang hujan pun turun dengan lebatnya. Kata orang hujan itu identik dengan kegalauan para remaja di jejaring sosial. Begitu hujan Twitter pun selalu dipenuhi dengan orang yang sedang bersedih dengan cintanya. Benar saja, untuk sebagian orang hujan itu begitu penuh dengan ‘kenangan’ tapi menurutku sih simple aja. Sebagian orang selalu mengeluhkan jarak ini, sebagian selalu membenci jarak ini, bagiku Long Distance ini begitu menarik ketika kalian saling berbicara di telfon, saling bercanda di telfon tapi jika keduanya sudah mulai diam untuk beberapa menit disitulah kalian akan merasa rindu yang benar-benar rindu. Tidak untuk melebih-lebihkan terkadang aku juga merasakan hal sama, tapi untuk mengeluh pada jarak, aku pikir tidak.
Malam ini aku hanya ditemani secangkir kopi putih dan sederet pesan singkat darimu. Teman serumahku terkapar saking capeknya. Kadang aku mulai membayangkan 4 tahun kedepan, setelah kelulusanku akankah kita masih bersama ? aku selalu mencoba untuk berpikir positif tapi sugesti jelek selalu bermunculan, aku percaya kamu, bukan maksutku untuk tidak mempercayai, hanya saja aku terlalu takut untuk kehilanganmu, kehilangan rasa sayangmu, kehilangan sesosok wanita yang benar-benar aku sayang.
Senin, 20 Mei 2013
Hari Kebangkitan Nasional = Hari Budi Utomo
18 Mei 2013
Weekend ya ini malem minggu, aku memang libur kerja hari ini tapi aku ada jadwal kuliah dari jam 8 pagi sampe jam setengah 6 sore. Yah beginilah perkuliahan kelas karyawan jadwal belajarku hanya hari sabtu. Aku kuliah di universitas swasta di daerah Jakarta Timur, Universitas Krisnadwipayana. Aku mulai berangkat jam 7 pagi, aku berangkat dengan sedikit diberikan moodboster oleh sang ibu, selama perjalanan aku dan dia selalu bercakap-cakap via hello phone, yah aku merindukan sosoknya sekarang ini.
Mata kuliahku dimulai pukul 8 pagi dan seperti biasa aku selalu telat dan menyusup masuk untuk kemudian tanda tangan daftar kehadiran. Setelah melewati olah raga otak akhirnya jam pulang yang harusnya pukul 3 sore menjadi jam 1 siang karna salah seorang dosen absen hadir. Aku langsung menuju tempat parkir untuk segera pulang karna rasa kantuk sudah mengganggu.
Diperjalanan seperti biasa MACET ! karna enggak sabar akhirnya aku memutuskan untuk banting setir kekanan memasukkan motorku ke parkiran sebuah mall di Bekasi, aku mencari tempat makan dan junk food selalu jadi idola para kawula muda, maaf lebay yah. Aku makan sembari untuk menunggu waktu ibadah
Waktu menunjukan pukul 4 sore saatnya waktu untuk Tuhan, aku menuju tempat ibadah yang dimulai jam setengah 6 sore dan selesai pukul 7 sore. Mungkin aku bukan orang yang religius tapi aku bersyukur dengan apa yang diberikan Tuhan untukku. Memberikan suatu kesempatan untuk merasakan indahnya pertemuan dan pedihnya perpisahan. Thanks Lord.
20 Mei 2013
Senin pagi nih, selamat hari Kebangkitan Nasional, dan yang paling istimewa di hari ini SELAMAT ULANG TAHUN MY BEST MAN IN MY LIFE ! yes papaku ulang tahun hari ini, pagi-pagi buta aku sudah menelponnya untuk mengucapkan selamat dan sukses untuk pertambahan umurnya yang semoga menjadi lebih baik dari masa sebelumnya.
Dalam percakapanku di telepon dengannya dia mengatakan “mana hadiah buat papa nih, apa sepatu yang kemarin kamu beliin buat papa ?” belum sempat aku membalasnya dia menimpali lagi “enggak papa enggak mengharapkan sebuah kado kok yang penting tunjukin ke papa kamu memang anak papa yang pantes dibanggain” aku hanya bisa membalas sepatah kalimatnya yang dalem “siap pah, meskipun Zella (panggilanku dirumah) bukan orang yang pinter bukan orang yang selalu bisa ngebahagian orang tua bukan juga orang yang terlalu rajin tapi papa harus tau, Zella selalu berusaha buat itu pah, selalu ! Zella bakal tunjukin ke papa nantinya,pasti”
Setelah percakapan antar pria dengan sang ayah yang sudah seperti teman aku merasa sangat merindukannya yang dulu belum pernah aku rasakan selama aku masi di Semarang. Inilah keadilan Tuhan menurutku. Jangan pernah kamu mempermasalahkan jarak. Jarakmu dengan pasangan, jarak dengan orang tua, jarakmu dengan sahabatmu, bersyukurlah enggak semua orang bisa merasakan pengalaman ini, enggak semua orang bisa merasakan begitu indahnya Long Distance ini. Loving you Dad, F.X Budi Utomo, SH.


Jumat, 17 Mei 2013
Long Distance is Killing Me
16 Mei 2013 Hey long time no see, sudah lama aku gak mulai nulis lagi, mungkin juga karna enggak adanya dukungan dari teman dan keluarga yang katanya hobiku ini ‘kurang menghasilkan’ tapi mungkin juga karna aku terlalu males dengan kesibukanku sekarang ini. Oiya aku sekarang berdomisili di Bekasi yah di jawa bagian barat, 12 jam dari tempatku berasal kota Semarang.
Seperti yang mungkin kalian tau jarak tempuh kotaku sekarang dengan tanah kelahiranku menimbulkan jarak yang jauh menurutku, ya jauh kalo kamu meninggalkan orang yang disayang di ‘tanahmu’. LDR, Long Distance Relionship yang aku alami ini gak seperti updatean twit mereka yang selalu sakit hati ngeliat orang pacaran lewat, yang ngerasa gregetan ngeliat pasangan lagi boncengan mesra naik motor. LDR yang aku alami simple aja kok yang penting buka mata hati dan telinga, percaya aja dia, yah dia siapa lagi kalo bukan kekasihmu sendiri.
LDR membuatku menjadi rajin untuk melihat semua kalender yang berwarna merah, momen berharga itu sangat penting buatku, benar benar penting untukku dan dia.
9 mei 2013 aku pulang ke Semarang untuk dia, tanggal yang sangat penting untukku, tanggal dimana kita merayakan anniversary yang ke 3. Kota Jogjakarta ! kata yang pertama terucap dari lidahku untuk merayakan ke-3 kita.
Kepulanganku hanya 3 hari pula, 12 jam sekali jalan membuatku hanya 2 hari di Semarang. Menyebalkan kan ? mungkin kalian juga berikir kalo ini agak sedikit lebay hehe. Momen seperti itu menjadi sangat berharga buat aku, tiap menitnya pun aku berharap itu sama dia dan keluarga. 2 hari yang aku punya aku gunakan untuk berlibur ke kota istimewa daerah selatan pulau jawa, berlibur ke berbagai pantai selatan, melalui momen yang bener bener langka berdua, melihatmu tidur dikala itu membuatku sangat merindukanmu.
Desi Putri Indrasuryani, memang baru sedikit kisah kita tapi itu begitu berharga buatku. Jarak ini membuatku mengerti begitu berharganya arti pertemuan dan begitu menyakitkan meninggalkanmu disana.
Jujur semakin kesini semakin sayang, aku yakin kok kamu masa depan itu, ya itu kamu 17 Mei 2013 Hari ini diwarnai dengan hujan diawal dan akhir hari, seperti yang kalian liat di surat kabar atau media siar, ibu kota negara kita selalu banjir. Sebenernya yang kaliat liat di berita itu terlalu berlebihan dan sedikir rasist, Bekasi juga kota banjir cuy tapi enggak juga dapet penanganan khusus sampai sekarang ini, ya sampai tahun ini.
Hari ini aku bekerja seperti biasa, oiya sekarang aku sudah mulai bekerja sebagai Mechanic Maintenance di sebuat perusahaan swasta recycle kertas terbesar di Indonesia, tapi secara personal aku sudah mulai menemui titik jenuh jujur aja, hobi dan pekerjaanku sekarang sungguh melenceng jauh tapi life must go on bukan ? hehe enjoy aja sih sebenernya toh ini juga pesan dari sang oma, dia menginginkan salah satu cucunya menjadi orang teknik, dan bangganya diriku karna hanya aku yang meneruskan pesannya.
Aku dapat kabar tadi pagi kalo salah seorang sahabat ibu dirumah udah ‘tenang’. Dia orang yang baik, selalu menemani ibu yang seorang ibu rumah tangga dan sekarang udah gak ada. Aku mulai berfikir kapan tibanya masa ku kehilangan orang yang aku sayang ? bukan berfikir jelek tapi manusia pasti meninggal kan ? iya kan ? Orang-orang sering bertanya padaku “kenapa kamu sering pulang ke Semarang ? enggak sayang sama waktu dan uangmu ? enggak mungkin juga kan kamu disana enggak beli sesuatu atau tidak main ke tempat yang mengeluarkan uang ?” pertanyaan seperti itu sering banget aku dengar, tapi ya simple aja sih aku Cuma ngejawab “mumpung orang tua masih hidup” aku selau teringat saat aku dan keluargaku kehilangan seorang ibu dari bapakku, disaat itu penuh haru bahkan bapakku sampai menangis tersedu sambil memeluk tubuh ibunya yang sudah tidur untuk selamanya, baru kali itu aku melihat wajah bapakku yang sangar dengan kumis tebalnya menangis yang benar-benar ‘menangis’. Dan kapan tiba masaku ? aku tak ingin mengingat sesuatu yang duka dan tak ingin pula membayangkan kehilangan seseorang dimasa yang akan datang biar Tuhan yang menentukan ‘daftar’nya.
Semarang juga hujan hari ini, seakan aku merasa kalo Bekasi-Semarang dan 12 jam perjalanan itu terasa dekat. Hari ini pula aku sangat merindukannya juga keluargaku. Dia lagi apa, sudahkah dia makan, masihkah dia mencintaiku itu pertanyaan yang sering mengganggu dalam hubungan jarak jauh ini. Aku sangat takut kehilangannya, takut untuk kehilangan senyumnya yang lucu, wajah betenya yang imut, tubuh mungilnya yang ngegemesin hehe. Memang benar kata orang seorang pria lebih mengutamakan logikanya ketimbang wanita yang cenderung menggunakan hatinya, tapi jika seorang pria sudah mulai menggunakan hatinya ? dilogika juga bisa kan gimana jadinya ?
Pukul 16:28 WIB salah seorang temanku yang tinggal satu atap denganku datang dengan terengah-engah, dia ada jadwal pulang ke semarang hari ini dan yang kalian tahu jadwal bis yang dia pesan itu berangkat pukul 4 sore !. Dia datang sambil bicara agak menjerit “ayo ho ! anter aku ke terminal” aku memang dipanggil ‘maho’ oleh teman sebayaku, tapi aku enggak benar-benar homo asal kalian tahu, “lu gila sih udah tau pulang kerja jam 4 kenapa pesen tiket bis yang jam 4?” kataku yang enggak terlalu ngerti jalan pikirannya. Aku ambil kunci motor dan langsung melaju ke terminal yang eperti kalian tahu jalan di jabodetabek sudah pasti MACET. Jarak tempuh yang mungkin hanya beberapa menit bisa menjadi beberapa jam. Setelah berjuang melawan pengendara lain yang juga stres akhirnya tiba di terminal, begitu si sigit naik bis, bis langsung melaju ke kota kelahirannya yang juga tempat asalku. Bawa cerita dari sini untuk orang di sana git ! gimana tentang kita disini, tentang kerinduan ini, tentang kesepian ini. Oke tutup laptop untuk hari ini....
Kamis, 05 Januari 2012
Tuhan itu ADA
oke ini mungkin bagi sebagian orang terlalu jujur atau apalah menurut mereka
dulu aku adalah orang yang religius yah benar sering untuk beribadah , memohon dan meminta maaf kepada Tuhan
tapi hal itu makin jauh aku tinggalkan aku sudah jadi orang yang selalu bermain malam , dan lebih cenderung berpikir logis ketimbang memakai hati
jarang berdoa dan tidak percaya akan adanya Tuhan
yaaah benar aku sempet enggak percayanya kepada Tuhan , apalah arti Tuhan jika kita itu bisa makan dan minum dengan usaha kita semua
bukan dari makanan yang turun dari langit
sempat terpikir 'Tuhan ? siapa dia ? aku masih hidup masih bisa makan dengan hasil keringatku sendiri'
oke banyak yang bilang kalo aku atheis itu jelaaaas aku tidak percaya Tuhan tidak percaya patung patung dan rumah kubus kotak
yang menjadi simbol mereka untuk memuji Tuhan
bahkan aku sering menghujat Nya
selang setaun setengah aku bertemu dengan seorang wanita dengan paras yang lucu menurutku
aku selalu berjuang untuk menyenangkan hatinya aku benerbener jatuh dalamnya
dan tentu saja sampai detik itu aku tetap tidak percaya terhadap sang pencipta dan ditambah lagi kita itu beda keyakinan
aku berikan semau buat dia harta terutama yah memang aku bukan termasuk orang yang 'punya' segalanya
kami bertahan sampai 4bulan dengan akir yang sangat perih dia memilih untuk memilih orang lain yang mungkin 'lebih' ketimbang aku
semenjak itu aku semakin menyalahkan Tuhan akan hidupku yang hina
aku berpikir aku kurang apa ? tentu itu pertanyaan yang sangat labil tapi aku memang benar benar heran
aku mulai menyalahkan Tuhan apa sebenernya mau dia ? kenapa dia ikut campur dalam hidupku ?
semenjak itupun aku coba melupakan masa lalu dan naik ketingkat yang lebih tinggi untuk studyku
di tingkat iniah aku mendapat penderitaan yang menurutku paling dalam
diawali dengan dikhianati seorang yang benar benar aku sayang kini
dari hari ke hari jika pulang kerumah aku hanya melihat pertengkaran kedua orang tuaku
pernah sesekali aku melihat ayahku memukul ibuku
pernah suatu malam aku melihat sang ayah memukul ibu hingga pipi sebelah kiri memar
aku tidak berani berbuat apa apa karna rasa takut terhadap ayah . ayah pun keluar rumah untuk merokok
dan saat itu aku menemui ibu yang tidar dikamar sambil meneteskan peluhnya
'mamah gak papa?'
'gak papa nak , sini' sambil mengulurkan kedua tangan tanda ingin dipeluk'
'kamu harus jadi orang ya nak , kamu harus bisa bahagiain mamahmu ini, nanti pas mamah mati mamah bisa senyum dulu liat anakku ini berhasil' ibu menambahkan sambil memelukku erat
'pasti mah , pasti !'
dan aku pun pergi dengan tekat buat membahagiakan orang tua dan rasa semakin benci terhadap Tuhan
6bulan 12bulan berlalu
akirnya aku brangkat kerja praktek di cilegon di sebuah pabrik baja yang katanya aset negara
6bulan lamanya aku berada disana belajar dan bekerja demi bisa masuk di PT tersebut
sejak disini aku mulai sadar antara kaum mayoritas dan minoritas
aku yang termasuk kaum minoritas benar benar dilecehkan benar benar dipandang rendah , sejak saat ini aku mulai terpikir untuk memperjuangkan apa yang sebenernya jadi keyakinanku dari kecil
aku mulai percaya terhadap Tuhan dan aku bertemu dengan seseorang yang membantuku mewujutkan hal itu yaitu bapak Kandung
dia adalah seorang yang telah pindah keyakinan dari mayoritas ke minoritas
dia bercerita banyak tentang pengalamannya dia bahkan pernah mendapat panggilan dari Tuhan dan di beri suatu anugrah
tapi
sadarnya dan tobatnya diriku tidak disertai dengan suatu cerita indah , AKU TIDAK LULUS untuk seleksi masuk di PT tersebut padahal teman yang mungkin dibawahku bisa masuk
aku bener bener kecewa waktu itu
aku mencari tau kenapa aku tidak lulus dan ada dari tim pelatihan memang tidak suka dengan kaum minoritas
oh trnyata karna hal ini , oke aku iklas dan bener bener iklas
hari berikutnya pun aku pamit ke orang orang yang selama 6bulan itu menemaniku dan sangat baik padaku
aku pamit ke pak kandung pak kusharto dan mas dika mereka adalah orang yang sangat baik padaku selama ini
terimakasih banyak telah menerimaku disana
sempat susah untuk pulang karna hanya membawa kabar buruk untuk keluarga tapi lagi lagi pak kandung dkk mendukungku
memberiku motivator dan itu berhaih buat aku , yah aku percaya Tuhan sampai saat ini dan aku percaya rejeki bukan cuma disitu
hingga saat ini aku menulis cerita ini di sebuah meja belajar di sudut rumah aku tetap kangen mereka
big Thanks to Bapak Kandung Usman , Bapak Kusharto , Mas Dika Setiawan mereka yang menganggap kaum minorotas dan mereka yang baik terhadapku
ingat sepatah kata dari Pak Kandung yang membuatku sadar kalo Tuhan itu ADA
'gini vic aku kasih perumpamaan ada seekor anak ikan bertanya kepada ibunya , 'buk sebenernya air itu apa?' sang ibu tidak menjawab dan hanya berdengum
'air itu tempat kita hidup' tapi sang anak tidak puas dan tidak percaya dia terus mencaricari air itu apa .
Nah ini terjadi terhadap manusia yang sering bertanya 'Tuhan itu dimana?' mereka itu tidak sadar jika mereka itu hidup didalam Tuhan
nah gitu vic jadi enggak perlu ditanya Tuhan itu dimana Tuhan itu ada di sini' sambil menyentuh hatiku
kata itulah yang sampe sekarang teringat di dalem hatiku
terimakasih pak terimakasih :)
dulu aku adalah orang yang religius yah benar sering untuk beribadah , memohon dan meminta maaf kepada Tuhan
tapi hal itu makin jauh aku tinggalkan aku sudah jadi orang yang selalu bermain malam , dan lebih cenderung berpikir logis ketimbang memakai hati
jarang berdoa dan tidak percaya akan adanya Tuhan
yaaah benar aku sempet enggak percayanya kepada Tuhan , apalah arti Tuhan jika kita itu bisa makan dan minum dengan usaha kita semua
bukan dari makanan yang turun dari langit
sempat terpikir 'Tuhan ? siapa dia ? aku masih hidup masih bisa makan dengan hasil keringatku sendiri'
oke banyak yang bilang kalo aku atheis itu jelaaaas aku tidak percaya Tuhan tidak percaya patung patung dan rumah kubus kotak
yang menjadi simbol mereka untuk memuji Tuhan
bahkan aku sering menghujat Nya
selang setaun setengah aku bertemu dengan seorang wanita dengan paras yang lucu menurutku
aku selalu berjuang untuk menyenangkan hatinya aku benerbener jatuh dalamnya
dan tentu saja sampai detik itu aku tetap tidak percaya terhadap sang pencipta dan ditambah lagi kita itu beda keyakinan
aku berikan semau buat dia harta terutama yah memang aku bukan termasuk orang yang 'punya' segalanya
kami bertahan sampai 4bulan dengan akir yang sangat perih dia memilih untuk memilih orang lain yang mungkin 'lebih' ketimbang aku
semenjak itu aku semakin menyalahkan Tuhan akan hidupku yang hina
aku berpikir aku kurang apa ? tentu itu pertanyaan yang sangat labil tapi aku memang benar benar heran
aku mulai menyalahkan Tuhan apa sebenernya mau dia ? kenapa dia ikut campur dalam hidupku ?
semenjak itupun aku coba melupakan masa lalu dan naik ketingkat yang lebih tinggi untuk studyku
di tingkat iniah aku mendapat penderitaan yang menurutku paling dalam
diawali dengan dikhianati seorang yang benar benar aku sayang kini
dari hari ke hari jika pulang kerumah aku hanya melihat pertengkaran kedua orang tuaku
pernah sesekali aku melihat ayahku memukul ibuku
pernah suatu malam aku melihat sang ayah memukul ibu hingga pipi sebelah kiri memar
aku tidak berani berbuat apa apa karna rasa takut terhadap ayah . ayah pun keluar rumah untuk merokok
dan saat itu aku menemui ibu yang tidar dikamar sambil meneteskan peluhnya
'mamah gak papa?'
'gak papa nak , sini' sambil mengulurkan kedua tangan tanda ingin dipeluk'
'kamu harus jadi orang ya nak , kamu harus bisa bahagiain mamahmu ini, nanti pas mamah mati mamah bisa senyum dulu liat anakku ini berhasil' ibu menambahkan sambil memelukku erat
'pasti mah , pasti !'
dan aku pun pergi dengan tekat buat membahagiakan orang tua dan rasa semakin benci terhadap Tuhan
6bulan 12bulan berlalu
akirnya aku brangkat kerja praktek di cilegon di sebuah pabrik baja yang katanya aset negara
6bulan lamanya aku berada disana belajar dan bekerja demi bisa masuk di PT tersebut
sejak disini aku mulai sadar antara kaum mayoritas dan minoritas
aku yang termasuk kaum minoritas benar benar dilecehkan benar benar dipandang rendah , sejak saat ini aku mulai terpikir untuk memperjuangkan apa yang sebenernya jadi keyakinanku dari kecil
aku mulai percaya terhadap Tuhan dan aku bertemu dengan seseorang yang membantuku mewujutkan hal itu yaitu bapak Kandung
dia adalah seorang yang telah pindah keyakinan dari mayoritas ke minoritas
dia bercerita banyak tentang pengalamannya dia bahkan pernah mendapat panggilan dari Tuhan dan di beri suatu anugrah
tapi
sadarnya dan tobatnya diriku tidak disertai dengan suatu cerita indah , AKU TIDAK LULUS untuk seleksi masuk di PT tersebut padahal teman yang mungkin dibawahku bisa masuk
aku bener bener kecewa waktu itu
aku mencari tau kenapa aku tidak lulus dan ada dari tim pelatihan memang tidak suka dengan kaum minoritas
oh trnyata karna hal ini , oke aku iklas dan bener bener iklas
hari berikutnya pun aku pamit ke orang orang yang selama 6bulan itu menemaniku dan sangat baik padaku
aku pamit ke pak kandung pak kusharto dan mas dika mereka adalah orang yang sangat baik padaku selama ini
terimakasih banyak telah menerimaku disana
sempat susah untuk pulang karna hanya membawa kabar buruk untuk keluarga tapi lagi lagi pak kandung dkk mendukungku
memberiku motivator dan itu berhaih buat aku , yah aku percaya Tuhan sampai saat ini dan aku percaya rejeki bukan cuma disitu
hingga saat ini aku menulis cerita ini di sebuah meja belajar di sudut rumah aku tetap kangen mereka
big Thanks to Bapak Kandung Usman , Bapak Kusharto , Mas Dika Setiawan mereka yang menganggap kaum minorotas dan mereka yang baik terhadapku
ingat sepatah kata dari Pak Kandung yang membuatku sadar kalo Tuhan itu ADA
'gini vic aku kasih perumpamaan ada seekor anak ikan bertanya kepada ibunya , 'buk sebenernya air itu apa?' sang ibu tidak menjawab dan hanya berdengum
'air itu tempat kita hidup' tapi sang anak tidak puas dan tidak percaya dia terus mencaricari air itu apa .
Nah ini terjadi terhadap manusia yang sering bertanya 'Tuhan itu dimana?' mereka itu tidak sadar jika mereka itu hidup didalam Tuhan
nah gitu vic jadi enggak perlu ditanya Tuhan itu dimana Tuhan itu ada di sini' sambil menyentuh hatiku
kata itulah yang sampe sekarang teringat di dalem hatiku
terimakasih pak terimakasih :)
Langganan:
Komentar (Atom)
